Wednesday, March 24, 2010

(Seri 1), Tahap awal memulai budidaya walet.

Kali ini saya ingin menulis secara berseri, hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan mengelola budidaya walet. Mungkin tidak terlalu detil tapi mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Dengan memilih lokasi dan kawasan yang memiliki prospek ke depan yang lebih bagus, maka penangkaran walet jangka panjang dapat menjadi lebih aman.
Lokasi bagus bukan sekedar dilihat dari populasi burung walet yang besar.
- Populasi banyak tapi miskin dengan koloni burung-burung walet yang muda, akan membuat kita frustrasi dalam memancing walet.
- Populasi besar tapi di tempat yang kompetitornya banyak juga akan menguras energi, waktu dan modal yang lebih besar dalam mencapai keberhasilan.
- Populasi banyak namun berada di kawasan yang mudah mengalami proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi (pemanasan global atau Global Warming) akan menyebabkan burung-burung walet relatif lebih cepat bermigrasi ke tempat yang lebih sesuai dengan habitatnya.

Kawasan yang memiliki ekosistem yang sesuai dengan habitat walet dan terjaga keseimbangannya adalah hal yang sangat perlu untuk dipertimbangkan. Bahwa dengan extra feeding treatment memang bisa dilakukan untuk kawasan yang mulai menipis sumber pakannya namun merupakan pekerjaan tambahan yang perlu dipikirkan matang-matang. Hal ini bukan perkara mudah karena membutuhkan perhatian dan pekerjaan ekstra yang harus ditekuni.
Selain itu perlu dipikirkan pula, berapa persen dari jumlah serangga hidup hasil dari serangga ternakan yang bisa dimakan oleh walet dan berapa persen sisanya yang terbuang dan menjadi hama nantinya di lingkungan sekitar rumah walet. Dibutuhkan teknik yang benar-benar tepat dan aman untuk melakukan extra feeding treatment dengan menernak serangga.

Jika memungkinkan, menghindari daerah "perang suara" adalah pilihan yang lebih baik. Menangkarkan walet di daerah perang suara, harus berbekal banyak pengetahuan tentang ilmu menangkarkan walet terutama hal-hal yang berkaitan dengan suara walet. Tidak cukup hanya mempunyai lagu suara walet yang efektif saja, teknik tata suara pun menjadi modal besar yang harus dimiliki untuk perang strategi dalam perebutan menarik burung-burung walet muda. Dukungan dari tata ruang yang unik serta kestabilan iklim mikro rumah walet juga sangat mempengaruhi keberhasilan merumahkan walet.

Hal-hal tersebut di atas adalah bagian dari langkah-langkah awal yang perlu dipikirkan dan dipertimbangkan, agar dikemudian hari tidak menyulitkan dan menyusahkan kita dalam menangkarkan walet.

Monday, March 22, 2010

Antara Lubang Masuk Burung (LMB) dan Lubang Antar Lantai (LAL).

Lubang antar lantai atau yang sering disingkat dengan sebutan LAL, sering menjadi perhatian karena banyaknya kasus yang ditimbukannya, seperti; walet susah turun atau cahaya matahari yang terlalu banyak masuk dan lain sebagainya.

LAL dibuat dengan tujuan agar walet dapat mengakses daerah atau ruangan yang tidak memiliki fasilitas lubang masuk burung (LMB). Jadi LAL menggantikan fungsi LMB di dalam rumah walet. Bedanya, pada LMB burung walet masuk dengan cara terbang horizontal, sedang terhadap LAL burung walet masuk cenderung dengan cara terbang membentuk sudut kemiringan (tergantung pada tinggi plafond, ukuran luas LAL dan kedalaman LAL itu sendiri). Seperti pada lubang yang berbentuk corong, maka akan memaksa walet masuk dan keluar dengan cara terbang vertikal.

Mana yang lebih mudah bagi burung walet, terbang secara horizontal (seperti ketika memasuki LMB) atau terbang dengan cara menukik (seperti saat melewati LAL)?
Jika walet lebih mudah masuk melalui LMB, mengapa hampir semua rumah walet hanya menggunakan LMB pada satu lantai saja dan untuk lantai-lantai yang lainnya menggantikannya dengan LAL?

Apakah bila dibuatkan LMB pada setiap lantainya akan lebih sulit dalam mengembangkan populasi waletnya di tiap-tiap lantainya dibandingkan bila menggunakan LAL?
Apakah pada setiap desain rumah walet bertingkat harus menggunakan LAL?
Bagaimana seharusnya LAL dibuat dan ditempatkan? Berapa ukuran luas yang semestinya?
Lebih maksimal mana populasi walet yang bisa ditampung antara rumah walet yang menggunakan LAL dengan rumah walet yang tidak menggunakan LAL?

Cobalah dibuat perbandingan antara keduanya mana yang lebih banyak memiliki keunggulan, rumah walet dengan LAL di tiap-tiap lantainya atau rumah walet dengan LMB di tiap-tiap lantainya?

Tuesday, March 16, 2010

Langkah terbaik mengelola rumah walet.

Makin sering "kasak-kusuk" soal rumah walet, akan makin membingungkan..
Apalagi setelah lihat-lihat rumah walet lain yang beraneka ragam bentuk dan perlakuannya.. yang rata-rata termasuk relatif sukses juga.

Ada yang bentuk rumah waletnya polos tanpa sekat di sana-sini dan pasang tweeternya puluhan (mendekati ratusan) tapi hasilnya ya cukup banyak burung waletnya. Padahal kalau seandainya saya dikasih suara waletnya, mungkin akan saya simpan di laci meja saya saja.
Sebaliknya, yang banyak memiliki sekat-sekat pada rumah waletnya juga tidak sedikit yang sukses.

Ada yang tidak peduli dengan syarat ideal suhu dan kelembaban di dalam rumah walet.. bahkan yang namanya hygrometer itu seperti apa aja ga pernah tahu.. tapi ya rumah waletnya boleh dibilang sukses.

Ada juga yang pasang tweeter cuma 2-3 buah.. dan suaranya pun suara walet yang sudah jadul, tapi ya sukses juga..

Begitu banyak perbedaan-perbedaan dalam mengelola sebuah rumah walet, yang bahkan satu sama lain tekniknya bisa bertolak belakang.. tapi kok sama-sama memiliki keberhasilan yang relatif memuaskan si pemilik rumah walet.

Jadi.. teknik mana yang sebenarnya bisa kita jadikan acuan?

Ada kecenderungan besar yang saya lihat dari kebanyakan pelaku budidaya walet, yaitu menjadi plagiator.. meniru sebagian atau keseluruhan dari rumah walet yang telah terbukti sukses (sebagai sebuah cara atau jalan pintas, dengan harapan cepat mendapat hasil yang sama).
Kalau hal ini ditanya salah atau tidak (di luar konteks hukum).. maka tergantung pada hasil yang dicapainya.. sukses atau gagal? Kalau rumah waletnya kemudian gagal, ya pada akhirnya menjadi salah. Pada kasus rumah walet "kembar siam" sekalipun tidak ada jaminan memiliki hasil yang relatif sama.

Yang jauh lebih penting adalah memahami karakter rumah walet milik kita sendiri secara keseluruhan. Sehingga ketika kita mengadopsi cara-cara dan atau teknik pengelolaan dari rumah walet lain yang telah sukses, kita dapat menyesuaikannya dengan tepat dan benar.

Jadi.. langkah terbaik mengelola rumah walet adalah mengenali dan memahami terlebih dulu dengan sebaik-baiknya rumah walet kita sendiri, sebelum melakukan treatments khusus maupun yang bersifat umum (baik dari cara mengadopsi teknik orang lain maupun dari cara trial & error).